You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki Selidiki Masalah Pengangkutan Sampah di Pulau Seribu
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Basuki Selidiki Masalah Pengangkutan Sampah di Pulau Seribu

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah menerima laporan kendala pengangkutan sampah di Kepulauan Seribu. Ia memastikan akan menyelidiki soal permasalahan sampah di pulau.

Kami mesti selidikin juga. Jadi memang ada isu, laporan macam-macam, ada oknum jual minyak jual apa

"Kami mesti selidikin juga. Jadi memang ada isu, laporan macam-macam, ada oknum jual minyak jual apa," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/7).

Bahkan, untuk memastikan kebenaran informasi yang Ia terima, orang nomor satu di Ibukota ini akan meninjau langsung ke lapangan terkait permasalahan ini.

Anggaran BBM Pengangkut Sampah Pulau Seribu Belum Cair

"Makanya sesekali kami mau sidak kesana. Ini permasalahan lama," tandasnya.

Untuk diketahui kapal pengangkut sampah untuk Pulau Seribu, KM Laut Bersih nampaknya masih belum bisa dioperasikan. Sebab hingga kini belum ada pejabat dari Dinas Kebersihan yang bertanggung jawab untuk menggunakan anggaran operasional kapal.

KM Laut Bersih merupakan kapal khusus pengangkut sampah untuk pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Di 2016 ini, kapal sudah tidak beroperasi dari awal tahun. Sehingga masyarakat Kepulauan Seribu harus mencari cara menangani sampah yang ada.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6786 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6161 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1401 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1285 personTiyo Surya Sakti
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1274 personAnita Karyati